laporan prakerin smk wicaksana di hidayah

Posted: November 3, 2012 in Uncategorized

LAPORAN

PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

DI RUMAH SAKIT UMUM HIDAYAH

Jl. Supriyadi No. 22 Purwokerto

25 Juni s.d 24 Juli  2012

Disusun Oleh :

  1. 1.    Ahmad Ali Kahfi       (0001)
  2. 2.    Indah Ulil Afwa        (0017)
  3. 3.    Indi Parija Himam   (0018)
  4. 4.    Jajang                           (0019)
  5. 5.    Putri Diana Astiwi   (0024)
  6. 6.    Rizqika Maulidiya   (0025)
  7. 7.    Silviah                          (0026)
  8. 8.    Safrudin                      (0034)

YAYASAN PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN ALHIKMAH 02

SMK WICAKSANA

PROGRAM KEAHLIAN FARMASI

Jl. Raya Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah

2012

 

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

 

LAPORAN

PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

DI RUMAH SAKIT UMUM HIDAYAH

Jl. Supriyadi No. 22 Purwokerto

25 Juni s.d 24 Juli  2012

 

 

Disetujui oleh :

 

 

 

Pembimbing Akademik                                 Pembimbing Lapangan

 

 

 

(Kristanti, S.Farm.,Apt)                                  (Muhammad Furqon, S.Farm.,Apt)

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMK WICAKSANA

 

 

 

(Kharis Yusman, S.Kep.Ns)

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.

            Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan karunia-Nya, sehingga kami dapat melaksanakan Prakerin di RSU HIDAYAH. Sholawat dan salam semoga tersampaikan kepada junjungan dan teladan kita, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan umatnya yang istiqomah di jalan-Nya.

Prakerin yang dilaksanakan mulai tanggal 25 Juni sampai dengan 24 Juli 2012 merupakan salah satu syarat dalam program pendidikan Farmasi SMK Wicaksana Al Hikmah 02 Benda. Suatu kesempatan yang berharga karena kami dapat terlibat langsung dalam aktivitas dan manajemen farmasi di RSU HIDAYAH.

Dalam pelaksanaan Prakerin, kami menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan Prakerin di RSU HIDAYAH tidak lepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena kami mengucapkan terima kasih kepada

  1. Bapak Kharis Yusman S.Kep.Ns, selaku Kepala Sekolah SMK Wicaksana Al Hikmah 02 Benda.
  2. Ibu Kristanti, S.Farm, Apt, selaku Pembimbing Akademik Prakerin di RSU Hidayah, yang telah memberikan masukan yang berharga.
  3. Bapak Muhammad Furqon, S.Farm,Apt., selaku Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) yang telah memberikan izin kepada kami untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri
  4. Karyawan RSU Hidayah dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan semua pihak yang membutuhkan.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

Benda,  Juni 2012

 

 

Penyusun

DAFTAR ISI

i

ii

iii

iv

v

vi

1

2

2

 

3

3

3

4

5

 

6

7

7

8

10

 

12

17

19

 

21

21

23

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HALAMAN JUDUL ………………………………….………………………………..

HALAMAN PERSETUJUAN ………………………….………………………………

HALAMAN PENGESAHAN ………………………….………………………………

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………..

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………..

DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………………..

BAB I               PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang …………………………………………………………..
  2. Tujuan Kegiatan Praktek Kerja Industri ……………………………….
  3. Waktu Dan Tempat ……………………………………………………..

BAB II             TINJAUAN UMUM  RUMAH  SAKIT

  1. Pengertian Rumah Sakit ………………………………………………..
  2. Fungsi Rumah Sakit ………………………………………………………..
  3. Klasifikasi Rumah Sakit ……………………………………………………..
  4. Instalasi Farmasi Rumah Sakit ………………………………………………
  5. Penggolongan   Instalasi Farmasi Rumah Sakit ……………………………

BAB III            TINJAUAN PRAKTEK  KERJA INDUSTRI

  1. Sejarah Rumah Sakit Umum Hidayah …………………………………..
  2. Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Hidayah ……………………………..
  3. Poli Klinik dalam RSU Hidayah ……………………………………….
  4. Ruang Lingkup …………………………………………………………..
  5. Fasilitas Pelayanan Rawat Inap ………………………………………….

BAB IV            PEMBAHASAN

  1. Pengelolaan dan Perbekalan Farmasi ……………………………………..
  2. Pengelolaan Resep …………………………………………………………..
  3. Pelayanan Resep di Instansi Farmasi RSU Hidayah ………………………..

BAB V             PENUTUP

  1. Kesimpulan …………………………………………………………..
  2. Saran …………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………….

LAMPIRAN – LAMPIRAN

 

 

 

 

DAFTAR LAMPIRAN

 

 

24

25

26

27

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1. Blangko resep untuk pasien umum (warna putih) …………………………

Lampiran 2. Blangko resep untuk pasien jamkesmas ( warna kuning) ………………..

Lampiran 3. Copy resep ………………………………………………………………….

Lampiran 4. Etiket ………………………………………………………………….

Lampiran 5. Surat Pesanan ………………………………………………………………….

Lampiran 6. Surat Pesanan Psikotropika ………………………………………………….

Lampiran 7. Surat Pesanan Narkotika …………………………………………………….

Lampiran 8. Kartu Stock ………….………………………………………………….

Lampiran 9. Faktur Penjualan Obat …………………………………………………….

Lampiran 10. Denah Kamar /Ruang Rawat inap ………………………………………….

Lampiran 11. Denah Instalasi Farmasi Rumah Sakit ……………………………………….

Lampiran 12. Faktur Penjualan ………………………………………………………….

Lampiran 13. Denah Lokasi Rumah Sakit hidayah ………………………………………….

Lampiran 14. Struktur Organisasi ……………………………………………………….

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. D.  Latar Belakang

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup secara produktif, secara sosial dan ekonomis. Pembangunan manusia seutuhnya harus mencakup aspek jasmani dan kejiwaan, disamping aspek spiritual, kepribadian, dan kejuangan. Oleh karena itu pembangunan kesehatan dimaksudkan untuk mewujudkan manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. (Anonim,1992)

Pendidikan tenaga kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional bidang kesehatan yang di arahkan untuk mendukung upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh karena itu, tenaga farmasi harus terampil, terlatih dan dapat mengembangkan diri baik sebagai pribadi maupun sebagai tenaga kesehatan professional berdasarkan nilai-nilai yang dapat menunjang upaya pembangunan kesehatan. Praktek kerja industri merupakan cara menerapkan pengetahuan dan ketrampilan lain seperti penyuluhan obat, penerapan sikap yang baik sebagai tenaga kesehatan serta kemampuan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain dan cara memecahkan masalah yang terjadi dilapangan tidaklah di berikan di sekolah secara khusus.

Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan sarana pengenalan lapangan kerja bagi siswa. Dengan Praktek Kerja Industri ini, siswa dapat melihat, mengetahui, menerima dan menyerap dan teknologi kesehatan yang ada di masyarakat. Disisi lain, Praktek Kerja Industri (Prakerin) juga dapat digunakan sebagai sarana informasi terhadap dunia kesehatan sehingga pendidikan kesehatan bisa mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk memiliki pedoman yang jelas dan terperinci tentang pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini siswa diwajibkan menyusun laporan tentang pelaksanaan Praktek Kerja Industri, sebagai penjabaran dari kurikulum Sekolah Menengah Farmasi (SMF) yang tercantum pada tahun 1987 N0.536/Kep/Dinkes/II/1987. Dengan adanya pedoman tersebut diharapkan agar instansi Sekolah Menengah Farmasi (SMF) memiliki keseragaman yang baik dalam pelaksanaan di lapangan dengan hasil yang diperoleh di sekolah.

 

  1. E.  Tujuan Kegiatan Praktek Kerja Industri

Praktek kerja industri adalah suatu proses belajar mengajar pada unit kerja secara nyata sehingga peserta mendapat gambaran dan pengalaman kerja secara langsung dan menyeluruh. Tujuan praktek kerja industri di bagi menjadi 7 yaitu:

  1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan yang membentuk kemampuan peserta didik sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan kebutuhan program pendidikan yang di tetapkan.
  2. Mengenal kegiatan-kegiatan penyelenggaraan program kesehatan masyarakat secara menyeluruh baik ditinjau dari aspek administrasi teknis maupun sosial budaya.
  3. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan pengalaman kerja yang nyata dan langsung secara terpadu dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan farmasi kepada masyarakat.
  4. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap etis, profesionalisme dan nasionalisme yang diperlukan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya.
  5. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memasyarakatkan diri pada lingkungan kerja yang sebenarnya.
  6. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan kerja di sekolah atau sebagainya.
  7. Memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan serta meningkatkan penyelenggaraan pendidikan di SMK wicakasana.

 

  1. F.   Waktu Dan Tempat

Praktek kerja lapangan ini dilaksanakan selama 4 minggu, mulai dari tanggal 25 Juni 2012 sampai dengan tanggal 24 Juli 2012 yang bertempat di Rumah Sakit Hidayah yang beralamat di Jl. Supriyadi No.22 Purwokerto.

Jam kerja di bagi menjadi tiga sip yaitu :

1. Sip Pagi       : Dari Jam 07:00 – 14:00

2. Sip Siang     : Dari Jam 14:00 – 21:00

3. Sip Malam   : Dari Jam 21:00 – 07:00

BAB II

TINJAUAN UMUM  RUMAH SAKIT

                                                                                  

 

  1. F.   Pengertian Rumah Sakit

Bangsa Indonesia memiliki cita-cita yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk kemajuan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Rumah sakit adalah suatu lembaga komunitas yang merupakan instrument masyarakat yang mempunyai titik fokus untuk mengkoordinasi dan menghantarkan pelayanan penderita pada komunitasnya yang dapat di pandang sebagai suatu struktur terorganisasi yang menghubungkan bersama-sama semua profesi kesehatan, fasilitas diagnostik dan terapi, alat perbekalan serta fasilitas fisik kedalam suatu sistem terkoordinasi untuk penghantaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat (Siregar, 2004).

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NO.1596/Menkes/PER/1988, Rumah Sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian (Anonim, 1988).

 

  1. G.  Fungsi Rumah Sakit

Menurut Siregar J.P dan Amelia 2004, Rumah Sakit mempunyai fungsi dasar yaitu :

  1. Pelayanan penderita,
  2. Sebagai tempat pelatihan dan pendidikan.
  3. Sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu teknologi dibidang kesehatan.

 

  1. H.  Klasifikasi Rumah Sakit

Klasifikasi Rumah sakit dapat dibedakan menjadi :

  1. Berdasarkan kepemilikan : R.S Pemerintah dan R.S Swasta
  2. Berdasarkan jenis pelayanan : R.S umum dan R.S Khusus
  3. Berdasarkan lama tinggal dirumah sakit : R.S perawatan jangka pendek dan R.S perawatan jangka panjang
  4. Berdasarkan Afiliasi pendidikan : R.S pendidikan dan R.S non pendidikan
  5. Berdasarkan status akreditasi

Berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI Nomor 983/Menkes/SK/XI/1992 tentang pedoman organisasi rumah sakit umum pusat dan rumah sakit daerah dikelompokan menjadi :

  1. Rumah Sakit umum tipe A adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis speliastik luas dan subspesialistik luas, umumnya dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 1000 buah.
  2. Rumah sakit umum tipe B adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis sekurang-kurangnya 11 spesialistik dan subspesialistik terbatas, dengan kapasitas tempat tidur 500-1000 buah.
  3. Rumah sakit umum tipe C adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis  spesialistik dasar, dengan kapasitas tempat tidur 150-500 buah.
  4. Rumah sakit tipe D  adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis  dasar, dengan kapasitas tempat tidur 50-150 buah.

 

  1. I.     Instalasi Farmasi Rumah Sakit

Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah suatu bagian di rumah sakit dibawah pimpinan seorang apoteker sesuai dengan surat keputusan menteri kesehatan RI Nomor  547/Menkes/SK/VI/1994 dan dibantu oleh beberapa orang apoteker yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan merupakan tempat atau fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan serta pelayanan kefarmasian (Siregar dan Amalia, 2004).

Instalasi Farmasi merupakan salah satu unit pelaksana fungsional yang mempunyai tugas dan fungsi berdasarkan pedoman Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) 1990 adalah sebagai berikut :

  1. Mengatur pengadaan (pembelian, pembuatan obat dan perbekalan farmasi)
  2. Menetapkan ketentuan pengeluaran dan permintaan obat-obat atau perbekalan farmasi dari gudang farmasi sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan oleh Departemen Kesehatan.
  3. Menyelenggarakan dan mengawasi seluruh kegiatan dalam bidang farmasi
  4. Bekerja sama dengan bagian atau unit lain mengenai pemakaian obat-obatan perbekalan farmasi standar
  5. Bertanggung jawab atas kelancaran penyediaan obat-obatan dan perbekalan farmasi untuk Rumah Sakit
  6. Menyusun laporan pertanggung jawaban secara berkala
  7. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga yang erat hubungan nya dengan kegiatan instalasi farmasi yang meliputi tenaga dan para medis
  8. Tujuan dalam penelitian Rumah Sakit yang meliputi medical and pharmaceutical research terutama dalam pengembangan stabilitas dan formulasi obat serta monitoring efek samping obat, khususnya dalam usaha meningkatkan mutu guna menjamin keamanan penderita dalam penggunaan obat
  9. Pengembangan instalasi farmasi sebagai unit penunjang harus seirama dengan pengembangan unit-unit di rumah sakit
    1. Berperan aktif dalam melaksanakan sistem rujukan, pelayanan rujukan, pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman praktis dari instalasi farmasi rumah sakit kelas tinggi dengan fasilitas yang lebih lengkap kepada kelas dibawahnya termasuk puskesmas

 

  1. J.    Penggolongan   Instalasi Farmasi Rumah Sakit

Instalasi farmasi rumah sakit harus menyediakan obat untuk terapi yang optimal bagi semua penderita dan menjamin pelayanan bermutu tinggi yang paling bermanfaat dengan biaya minimal.

Instalasi farmasi rumah sakit bertanggung jawab mengembangkan suatu pelayanan farmasi yang luas dan terkoordinasi dengan baik dan tepat untuk memenuhi kebutuhan berbagai bagian atau unit diagnosis dan terapi, unit pelayanan keperawatan, staf medis dan rumah sakit ke seluruh untik kepentingan pelayanan penderita yang lebih baik.

 

 

 

 

 

BAB III

TINJAUAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

 

 

  1. F.   Sejarah Rumah Sakit Umum Hidayah

Pada tahun 1972 Rumah Sakit Umum Hidayah didirikan dengan fasilitas yang menempati ruang-ruang pribadi keluarga Ahmad Ghozali. Pendirian ini dilatar belakangi banyak nya pasien dari Bidan Ny. Moehifah (isteri bapak Ahmad Ghozali). Pada tahun 1982 peningkatan status menjadi klinik bersalin dan bekerja sama dengan seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Pada tahun 1984, berubah menjadi rumah sakit khusus ibu dan anak. Pada tahun 1992, mulai dirintisnya pembangunan RSU HIDAYAH dengan modal peminjaman ke bank. Pada tahun 1996 izin operasional (sementara) RSU HIDAYAH di keluarkan pemerintah Indonesia. Pada tahun itu pula pemerintah memberikan bantuan berupa mobil ambulans L300.

Pada tahun 2000, setelah melalui masa uji coba selama 4 tahun, izin operasional penuh rumah sakit akhirnya di peroleh. Pada tahun 2001 mendirikan unit bedah orthopedic dan bekerja sama dengan seorang insvestor. Pada tahun 2003, memperoleh kepercayaan untuk menerima pasien rujukan askes komersial asuransi untuk kesehatan. Pada tahun 2004-2005, management rumah sakit umum hidayah di bawah bimbingan dan konsultan konsorsium rumah sakit umum hidayah islam sejawa tengah dan DIY selepas management konorsium pertengahan.

Pada tahun 2005, RSU Hidayah dikelola dengan kemandirian management yang professional terbukti dengan mitra pelayanan kesehatan yang semakin meningkat terutama kerjasamanya dengan beberapa perusahaan pelayanan asuransi kesehatan baik dari BUMN atau BUMD ataupun swasta. Pada tahun 2008, dipercaya oleh Depkes RI sebagai rumah sakit siaga bencana.

Pada tahun 2009, mendapatkan bantuan dari pemerintah RI melalui DEPKES ambulan izusu yang ke dua (Januari) beserta unit bedah minor serta alat USG 4 Dimensi colour (Desember). Rumah Sakit Umum hidayah berlokasi di Jalan Supriyadi No.22 Purwokerto.

 

  1. G.  Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Hidayah

1)   Visi

Menyediakan layanan kesehatan islami yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, sebagai pusat studi yang bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mitra pelayanan kesehatan dengan asuransi.

 

2)   Misi

  1. Health Care Insurance Partners.
  2. Menyediakan layanan kesehatan yang islam, berkualitas dan terjangkau di semua strata pendapatan.
  3. Menjadi rumah sakit swasta unggulan.
  4. Menjadi pusat studi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. Mendukung program pembangunan Indonesia.

 

  1. H.  Poli Klinik dalam RSU Hidayah
    1. Poli klinik umum

Praktek umum: Praktek 24 jam setiap hari melayani pasien rawat jalan umum, Jamkesmas dan Paket Hemat (Pahe).

  1. Poli Klinik spesialis
    1. Praktek spesialis Orthopaedi
  • Praktek I

dr. Yazid Achari,Sp.BO,FICS

setiap hari selasa dan jum’at pukul 16.00 s/d selesai

  • Praktek II

dr. Nursuandy,Sp.BO

setiap hari senin dan rabu pukul 16.00 s/d selesai

  1. Praktek spesialis Internis (penyakit dalam)

dr. Iryanta Dwi P.S,Sp.PD

setiap hari kerja pukul 16.00 s/d selesai

  1. Praktek spesialis Anak (penyakit Anak)

dr. Achmad Sahudi,Sp.A

setiap hari kerja pukul 10.00 s/d selesai

  1. Praktek sesuai perjanjian

a)    dr. Johny HP Silalahi, Sp.B,K(T),(bedah umum)

b)   dr. Untung Gunarta, Sp.S (syaraf dan nyeri)

c)    dr. Mugiarto D, Sp.THT (THT)

d)   dr. Daliman, Sp.OG (Obsgyn)

e)    dr. Hardjono Poerwadi, Sp.OG (Obsgyn)

f)    dr. Islimsyaf, Sp.PA (Partologi Anatomi)

 

  1. I.     Ruang Lingkup

RSU Hidayah Rumah Sakit pemerintah yang memberikan berbagai macam-macam kegiatan kesehatan yang meliputi: pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jamkes, tindakan medis, dan penunjang medis.

Ruang lingkup dari instalasi farmasi yang kami jelaskan disini adalah bagian dari rumah sakit tempat kami ditugaskan, diantaranya :

  1. Instalasi Farmasi Rawat Jalan

Instalasi Farmasi Rawat Jalan adalah Instalasi Farmasi Utama di RSU Hidayah.

Adapun mekanisme pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan adalah sebagai berikut :

  1. Rawat Jalan Umum

Pasien menerima resep dari dokter

 

Perawat memberikan resep kepada IFRS

 

IFRS menerima dan mengecek ketersediaan obat dalam resep kemudian di beri harga

 

IFRS meracik atau hanya untuk dikemas bila untuk obat jadi saja

 

IFRS mengkonfirmasi kepada kasir tentang persetujuan atas harga resep obat tersebut

 

Pasien menebus obat di kasir

 

IFRS memberikan obat kepada pasien disertai KIE

 

  1. Rawat Jalan Jamkesmas

Pasien menerima resep dari dokter

 

Pasien memberikan resep kepada IFRS

 

IFRS menerima dan mengecek ketersediaan obat dalam resep

 

IFRS meracik atau hanya untuk dikemas bila untuk obat jadi saja

 

IFRS memberikan obat kepada pasien disertai KIE

 

  1. Instalasi Farmasi Rawat Inap

Adapun mekanisme pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Inap adalah sebagai berikut :

  1. Rawat inap umum

 

datang ke IGD

 

Di lakukan tindakan

 

Dokter menulis resep untuk yang di IGD dan di bangsal

 

Resep di serahkan oleh perawat di IFRS

 

Apoteker atau asisten apoteker menyiapkan obat untuk satu hari

 

Obat diserahkan ke keperawatan barat (umum)

 

 

  1. Rawat inap jamkesmas

 

Pasien datang ke IGD

 

Di lakukan tindakan

 

Dokter menulis resep untuk yang di IGD dan di bangsal

 

resep di serahkan oleh perawat di IFRS

 

apoteker atau asisten apoteker menyiapkan obat untuk satu hari

 

obat diserahkan ke keperawatan timur (jamkesmas)

 

  1. Gudang Farmasi

Gudang farmasi  berfungsi untuk menyimpan, mempersiapkan obat, Alat kesehatan dan perbekalan farmasi lainya untuk didistribusikan ke bagian-bagian rumah sakit seperti: instalasi farmasi, flor stock IGD, flor stock VK (bersalin), dan flor stock OK.

 

  1. J.    Fasilitas Pelayanan Rawat Inap
    1. KELAS VIP : ANGGREK
  • Televisi 21’
  • AC
  • Lemari pendingin
  • Kamar mandi dalam
  • Bed sofa
  • Refresh park
  • Almari excecutive
  • 1 bed pasien
  • Kursi lobi
  • Bel call
  1. KELAS I : WIJAYA KUSUMA
  • Televisi 14’
  • Almari excecutive
  • Bed sofa
  • Kursi lobi
  • Bel call
  • Kamar mandi dalam
  • 1 bed pasien
  1. KELAS II A : DAHLIA
  • Kipas angin
  • Lemari besar
  • Kamar mandi luar
  • Bel pemanggil
  • Bed penunggu pasien
  • 1 bed pasien
  1. KELAS II B : LILY
  • Lemari loker
  • Kamar mandi luar
  • Bel call
  • 2 bed pasien
  1. KELAS III : MAWAR, MELATI, SOKA
  • Lemari loker
  • Kamar mandi luar
  • Bel call
  • 4 bed pasien
  • 2 bed pasien

 

Fasilitas Penunjang Medis :

ü  IGD, RONTGEN, USG COLOUR 4 DIMENSI, EKG

ü  INSTALASI LABORATORIUM 24 JAM

ü  INSTALASI FARMASI 24 JAM

ü  INSTALASI RAWAT JALAN DAN AMBULANCE 24 JAM.

BAB IV

 PEMBAHASAN

 

  1. D.  Pengelolaan dan Perbekalan Farmasi

Perbekalan  farmasi  adalah suatu sediaan yang terdiri dari obat-obatan, alat kesehatan, bahan obat yang digunakan sebagai sarana penunjang kesehatan. Perencanaan perbekalan farmasi adalah salah satu fungsi yang menentukan dalam proses pengadaan perbekalan farmasi di rumah sakit.

Adapun cakupan pengolahan perbekalan farmasi dirumah sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemberian obat, pengendalian, penghapusan, pelaporan dan evaluasi.

Tujuan perbekalan farmasi untuk menetapkan jenis dan jumlah perbekalan farmasi sesuai dengan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Tahapan perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi meliputi:

  1. Pemilihan

Fungsi pemilihan adalah untuk menentukan apakah perbekalan farmasi benar-benar diperlukan sesuai dengan jumlah pasien atau kunjungan dengan pola penyakit di rumah sakit.

Kriteria pemilihan kebutuhan  obat yang baik meliputi :

  1. Jenis obat yang dipilih seminimal mungkin dengan cara menghindari kesamaan jenis.
  2. Hindari penggunaan obat kombinasi, kecuali jika obat kombinasi mempunyai efek yang lebih baik disbanding obat tunggal.
  3. Apabila jenis obat banyak, maka kita memilih berdasarkan obat pilihan (drug of choice) dari penyakit yang prafalensinya tinggi.

Pemilihan obat di rumah sakit umum hidayah merujuk kepada jenis penyakit yang sering dikeluhkan oleh pasien yang berobat ke rumah sakit umum hidayah, Daftar Plavon Harga Obat (DPHO) dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). Sedangkan pemilihan alat kesehatan dirumah sakit umum hidayah berdasarkan pada jenis alat kesehatan yang sering di pakai.

 

 

  1. Pengadaan

Pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan obat di rumah sakit yang telah direncanakan dan disetujui. Tujuan pengadaan adalah mendapatkan pembekalan farmasi dengan harga yang layak, dengan mutu yang baik, pengiriman yang tepat waktu, proses perjalanan lancer dan tidak butuh tenaga dan waktu berlebih.

Pengadaan yang menjadi tanggung jawab instalasi farmasi Rumah Sakit Hidayah :

  1.  Obat-obatan paket untuk operasi
  2. Cairan-cairan (missal: Ringer Laktat, Glukosa, NaCl)
  3. Obat-obatan (missal: Oral contoh: tablet, kapsul
  4. Injeksi  contoh: suntikan.
  5. Topikal contoh: salep, krim)

 

Kompilasi penggunaan perbekalan farmasi berfungsi untuk mengetahui penggunaan bulanan masing-masing jenis perbekalan farmasi di unit pelayanan selama setahun dan sebagai data pembandingan bagi stok optimum. Dan Rumah Sakit Hidayah untuk mengetahui penggunaan bulanan dengan mengecek obat dan alat kesehatan yang menipis stoknya setiap satu minggu.

Informasi yang di dapat dari kompilasi penggunaan perbekalan farmasi adalah :

  1. Jumlah penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi pada masing-masing unit pelayanan.
  2. Persentase penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi terhadap total penggunaan setahun seluruh unit pelayanan.
  3. Penggunaan rata-rata untuk tiap jenis perbekalan farmasi.
  4. Perhitungan perbekalan.
  5. Pendekatan perencanaan kebutuhan dapat dilakukan melalui beberapa metode.

Pendekatan perencanaan kebutuhan di Rumah Sakit Hidayah dilakukan dengan metode konsumsi dan JIT ( Just In Time ) yaitu obat yang di butuhkan pada waktu itu harus ada pada saat itu juga. Perhitungan kebutuhan dengan metode Konsumsi didasarkan pada rill konsumsi perbekalan farmasi periode yang lalu, dengan berbagai penyesuaian dan koreksi.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka menghitung jumlah perbekalan farmasi yang dibutuhkan :

  1. Pengumpulan dan pengelolaan data.
  2. Analisa data, informasi dan evaluasi.
  3. Perhitungan dan perkiraan kebutuhan perbekalan farmasi.
  4. Penyesuaian jumlah kebutuhan perbekalan farmasi dengan alokasi dana.

Ada 9 langkah untuk menentukan metode konsumsi, yaitu:

1)   Menentukan pemakaian rata dalam  1 tahun.

2)   Menghitung kekurangan obat.

3)   Menentukan pemakaian rata-rata.

4)   Menentukan kebutuhan obat.

5)   Menghitung kebutuhan obat untuk tahun yang akan datang.

6)   Menentukan buffer stock.

7)   Menentukan jumlah obat.

8)   Menentukan jumlah obat yang disediakan.

 

  1. Penerimaan Barang

Barang diterima oleh Apoteker atau Asisten Apoteker yang bertugas di apotek dan melakukan pemeriksaan yang meliputi :

  1. Kesesuaian barang dengan pemesanan.
  2. Pemeriksaan tanggal expired date.
  3. Jumlah barang.
  4. Kerusakan barang atau tidak.

Jika barang sudah dinyatakan sesuai, maka barang akan masuk gudang dengan pencantuman petanda terima atau faktur. Jika barang tidak sesuai atau mengalami kerusakan atau tanggal kadaluarsa terlalu dekat, maka dilakukan retur atau pengembalian.

 

  1. Pencatatan

Pembelian obat dicatat dibuku pembelian obat (Buku Pembelian Tunai dan Kredit) dan pembelian alkes dicatat di Buku Pembelian Alkes. Khusus obat Narkotika dan Psikotropika, selain dicatat dibuku pembelian obat dicatat pula di kartu stock.

  1. Penyimpanan

Penyimpanan dilakukan pada gudang dengan mengelompokan obat-obat berdasarkan abjad, bentuk sediaan, dan generic atau non generic.

Obat di Rumah Sakit Hidayah disimpan pada 7 tempat, yaitu :

  1. Etalase

Disimpan obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras berbentuk padat (tablet,kaplet,kapsul) yang disusun berdasarkan alphabet dan berdasarkan penggolongan obat(generic dan paten).

  1. Lemari 1

Terdiri dari beberapa lapis (rak) :

-       Rak pertama dan kedua disimpan obat keras dan sediaan injeksi yang disusun berdasarkan alphabet.

-       Rak ketiga disimpan Alat kesehatan seperti infuset, iv, catheter, spuit, handscone steril, transet, urine bag, poli catheter.

-       Rak keempat disimpan cairan-cairan seperti Ringer Laktat, NaCl, Glukosa.

  1. Lemari 2

Disimpan obat-obat keras, obat bebas, obat bebas terbatas dalam bentuk sediaan padat dan semi padat (salep,cream) dan alat alat kesehatan seperti : masker, needle, spinal dan lain-lain.

  1. Lemari 3

Disimpan obat-obat keras, obat bebas, obat bebas terbatas dalam bentuk sediaan sirup, suspensi dan sirup kering di simpan berdasarkan alphabetis.

  1. Lemari pendingin

Untuk obat-obatan yang termolabil (memperlukan suhu yang stabil) dan suppositoria.

  1. Lemari Khusus

Untuk obat narkotika dan psikotropika, ditempatkan dilemari berpintu ganda yang tidak terlihat dari luar dan sukar di pindahkan dengan dua kunci yang kuat dan berbeda.

  1. Gudang

Obat generik, obat paten, obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras dan alat-alat kesehatan sebagai persediaan di simpan berdasarkan alphabetis dan bentuk sediaan.

  1. Distribusi

Sistem pengeluaran obat di Rumah Sakit Umum Hidayah berdasarkan kebutuhan pasien rawat inap dan pasien rawat jalan. Pengeluaran obat untuk resep rawat jalan sesuai dengan jumlah yang tertera dalam resep atau dinamakan IP (individual Praesanbing). Pengeluaran obat untuk resep rawat inap menggunakan metode ODDD (One Day Doses Dispensing) yaitu dosis obat untuk satu kali pemakaian dalam sehari.

Pengeluaran barang (obat dan alat kesehatan) ditulis di :

-       Buku rawat jalan untuk pengeluaran obat melalui resep dokter.

-       Buku rawat inap untuk pengeluaran obat pasien rawat inap.

-       Kartu stock untuk pengeluaran obat narkotika dan psikotropika.

 

  1. Pelaporan Stock Akhir Obat Golongan Narkotika dan Psikotropika.

Pelaporan obat Narkotika dan Psikotropika dilaporkan setiap akhir bulan yang di tanda tangani oleh Kepala Instalasi Farmasi dan Direktur RSU Hidayah. Laporan tersebut berisi tentang jumlah akhir pengeluaran obat Narkotika dan Psikotropika juga nama-nama obat yang digunakan di Rumah Sakit Umum Hidayah.

Laporan obat narkotik dan psikotropik di buat secara rutin tiap bulan oleh pabrik, PBF, Apotek, dan Rumah sakit yang dikirimkan atau ditujukan kepada Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Madya / Kabupaten / Dati II dengan tembusan kepada :

-       Kepala BPOM setempat

-       Kepala Dinas Kesehatan Tingkat Provinsi

-       Arsip yang bersangkutan.

 

Contoh obat narkotik dan psikotropik di RSU HIDAYAH, antara lain :

Nama obat narkotik

No NAMA OBAT BENTUK SEDIAAN
1 Fentanil Injeksi

 

 

 

 

Nama obat psikotropik

 No NAMA OBAT BENTUK SEDIAAN
1 Alprazolam Tablet
2 Analsik Kapsul
3 Braxidin Tablet
4 Diazepam Tablet
5 Fentanil Injeksi
6 Halothan Injeksi
7 Luminal Tablet
8 Pethidin Injeksi
9 Valisanbe Tablet
10 Valisanbe Injeksi

 

  1. E.  Pengelolaan Resep
    1. Pengertian Resep

Resep adalah permintaan tertulis yang dibuat oleh dokter, dokter gigi atau dokter hewan yang ditujukan kepada apoteker untuk meracik obat dan menyerahkan kepada pasien yang disertai dengan informasi obat secara lengkap.

Resep harus memuat hal-hal berikut :

  1. Nama dan alamat instasi farmasi (Apotek atau Apotek Rumah Sakit).
  2. Nama dokter penulis resep.
  3. Tanggal dan tempat pembuatan resep.
  4. Tanda R/ (yang berarti ambilah)
  5. Nama obat, jumlah, dosis dan aturan pakai.
  6. Nama pasien, umur, dan alamat.

 

  1. Pelayanan resep

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pelayanan resep :

  1. Bersikap ramah terhadap pasien.
  2. Pemeriksaan kelengkapan resep.

Pembacaan resep harus benar-benar teliti agar tidak terjadi kesalahan.

  1. Pengambilan obat.

-     Apabila obat yang diminta bukan dalam bentuk puyer, obat yang diambil sesuai dengan jumlah yang tertera didalam resep dan langsung dimasukan kedalam kemasan.

-     Apabila obat yang diminta adalah puyer, maka dilakukan peracikan obat terlebih dahulu (hitung dosis, campur, kemas).

  1. Persiapan Etiket atau Penandaan Obat dalam Kemasan.

Etiket obat berisi : nama rumah sakit, alamat rumah sakit, nomor resep, tanggal resep, nama pasien, aturan pemakaian obat.

  1. Pengemasan obat.
  2. Pemeriksaan akhir.
  3. Kesesuaian hasil peracikan dengan resep.
  4. Penyerahan obat disertai KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi).

Menjelaskan mengenai cara penggunaan obat.

 

  1. Macam-macam resep di Rumah Sakit Umum Hidayah
    1. Resep putih

Digunakan untuk pasien umum.

  1. Resep kuning

Digunakan untuk pasien jamkesmas.

  1. Copy resep

Adalah salinan tertulis dari suatu resep. Copy resep harus memuat :

  • Nama instansi kesehatan
  • Terdapat tulisan Copy Resep
  • Nama dokter, pasien, tanggal pembuatan resep
  • Nama obat yang sesuai dengan resep aslinya
  • Keterangan copy resep

-        Det (detur) yang artinya telah diambil

-        Net det (net detur) yang artinya belum diambil

-        PCC (Pro Copy Conform) yang artinya sesuai dengan aslinya.

Copy resep dibuat apabila pasien belum mengambil seluruh obat yang ditebus. Tujuan dibuatnya copy resep untuk mengambil obat yang belum di tebus.

  1. Problema yang dihadapi dalam pelayanan resep

Problema yang sering kami jumpai dalam pelayanan resep antara lain :

  1. Resep kurang jelas

Apabila kami ragu, kami akan berkonsultasi dengan apoteker. Apabila nama pasien kurang jelas dan kami ragu, kami akan menanyakan kepasien.

  1. Obat yang tertulis tidak ada di apotek

Biasanya obat yang dibutuhkan tidak ada diapotek atau mengalami stok kosong. Jika terjadi hal seperti itu maka apoteker segera menghubungi apotek luar untuk membeli obat.

  1. Kesalahan pelayanan resep

Kesalahan-kesalahan pelayanan resep cukup banyak dan tidak dapat dihindari, walaupun yang berakibat fatal jarang terjadi tapi hal tersebut dapat merugikan pasien dan apotek itu sendiri, sehingga kita dituntut bekerja dengan cepat, tepat, cermat, dan teliti.

Macam-macam kesalahan :

  • Salah mengambil obat
  • Salah menulis etiket
  • Salah menyerahkan obat
  • Salah membaca resep
  • Salah menulis faktur pembelian obat dan alat kesehatan

Penyebab kesalahan pelayanan resep antara lain :

  • Kurang bisa membaca tulisan dokter
  • Tata kerja yang tidak berpola dan kurang teliti.

 

  1. F.   Pelayanan Resep di Instansi Farmasi RSU Hidayah.

Instalasi farmasi RSU HIDAYAH terdiri dari satu instalasi yang melayani resep rawat jalan dan rawat inap. Instalasi rawat jalan digunakan untuk melayani resep rawat jalan dan praktek dokter.

Sistem pelayanan resep rawat jalan RSU HIDAYAH :

  1. Penerimaan resep
  2. Pengelolaan resep
  3. Penyerahan obat kepada pasien disertai KIE
  4. Penulisan resep pada buku rawat jalan sebagai bank informasi

Pelayanan seluruh resep pasien di instalasi farmasi rawat jalan di laksanakan dengan sistem satu pintu , yaitu semua resep yang diberikan kepada pasien masuk ke dalam instalasi farmasi rumah sakit dan dapat di layani dengan sebaik mungkin oleh instalasi farmasi rumah sakit ini . Sistem ini digunakan untuk memaksimalkan pelayanan di instalasi farmasi dan mempermudah dalam memonitor peresepan serta penggunaan obat di RSU HIDAYAH.

Pengeluaran obat dari gudang ke instalasi farmasi menggunakan sistem FIFO( first in first out) dan sistem FEFO( first expaired first out). Penulisan resep di rawat jalan sering di jumpai penulisan resep yang kurang jelas . Hal ini sesungguhnya dapat menimbulkan masalah kesalahan pembacaan resep yang berujung pada kesalahan pengambilan obat dan memperlama waktu pelayanan resep .Masalah ini dapat diatasi dengan adanya kerjasama bersama apoteker dan dokter. Instalasi rawat inap di gunakan  untuk melayani resep rawat inap, biasanya permintaan obat dilakukan oleh perawat.

Sistem pelayanan resep rawat inap RSU HIDAYAH:

  1. Penerimaan resep
  2. Pengelolaan resep
  3. Penyerahan obat kepada perawat
  4. Penulisan resep pada buku rawat inap sebagai bank informasi

Pelayanan seluruh  resep diinstalasi farmasi rawat inap juga dilaksanakan dengan sistem satu pintu. Pengeluaran obat rawat inap menggunakan sistem ODDD (One Day Dose Dispensing) yaitu obat diberikan sesuai dengan dosis satu hari.

Ada beberapa hal yang dapat menghambat pelayanan di instalasi farmasi rawat inap yaitu adanya stock obat yang kosong, namun apoteker akan segera memesannya agar permintaan obat tetap terpenuhi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. C.  Kesimpulan
    1. Kegiatan PRAKERIN memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami dalam meningkatkan pengetahuan di bidang Farmasi.
    2. Merasakan perbedaan secara langsung antara praktek kerja di sekolah dan dirumah sakit.
    3. PRAKERIN membantu persiapan mental apabila akan terjun ke dunia kerja setelah lulus dari SMK WICAKSANA.
    4. PRAKERIN merupakan kegiatan penerapan teori yang telah di dapat di sekolah dalam dunia nyata.
    5. PRAKERIN memberikan pengalaman kerja dan wawasan yang belum pernah kami terima di sekolah.
    6. Instalasi farmasi RSU HIDAYAH terdiri dari satu instalasi yang melayani rawat inap dan rawat jalan.
    7. Pengeluaran obat dari gudang ke instalasi Farmasi RSU HIDAYAH menggunakan metode FIFO dan FEFO.
    8. Perencanaan obat dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi RSU HIDAYAH menggunakan metode konsumsi.
    9. Sistem pelayanan resep di Instalasi Farmasi RSU HIDAYAH menggunakan metode sistem satu pintu.
    10. Pengadaan obat dan alat kesehatan di RSU HIDAYAH melalui pembelian dilakukan secara tunai dan kredit.

 

  1. D.  Saran
    1. Sebaiknya kebersihan di Instalasi Farmasi RSU HIDAYAH lebih diperhatikan.
    2. Penyusunan stock obat dan alat kesehatan di gudang sebaiknya di susun secara rapi  dan teratur.
    3. Sebaiknya lemari di Instalasi Farmasi diganti karena sudah rapuh.
    4. Perlu optimalisasi penataan obat dan alat kesehatan dari tata letaknya.
    5. Sebelum di tegur oleh DINKES lemari pendingin harus di tambah sesuai peraturan yang berlaku.
    6. Sebaiknya Apoteker atau Asisten Apoteker yang sedang bertugas stand by di tempat.
    7. Perlu penambahan tempat untuk menyimpan obat-obatan yang  telah melewati masa expaired date.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

-       Anonim 1992, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

-       Anonim, 1988,Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 159/Menkes/Per/1998 tentang Rumah Sakit, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

-       Siregar, C.J.P, Amelia,L.,2004, Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan, EGC, Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1.

BLANKO RESEP UNTUK PASIEN UMUM (WARNA PUTIH)

 

 

RUMAH SAKIT UMUM

“HIDAYAH”

JL. Supriyadi No. 22

Telp.(0281)627228, 627010 Fax.(0281)6271010

PURWOKERTO 53111

SIP.RS.NO.YM.02.04.3.5.274

 

PURWOKERTO, ……………………………………

 

 

Dokter :

 

R/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pro :

Umur :

Alamat :

 

 

 

 

 

Lampiran 2.

BLANKO RESEP UNTUK PASIEN JAMKESMAS (WARNA KUNING)

 

RUMAH SAKIT UMUM

“HIDAYAH”

JL. Supriyadi No. 22

Telp.(0281)627228, 627010 Fax.(0281)6271010

PURWOKERTO 53111

SIP.RS.NO.YM.02.04.3.5.274

 

PURWOKWRTO,……………………………………

 

 

Dokter :

 

R/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pro :

Umur :

Alamat :

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3.

COPY RESEP

 

RUMAH SAKIT UMUM

“HIDAYAH”

JL. Supriyadi No. 22

Telp.(0281)627228, 627010 Fax.(0281)6271010

PURWOKERTO 53111

SIP.RS.NO.YM.02.04.3.5.274

 

COPY RESEP

 

 

Dokter :

Pro :

Tgl.R/ :

 

R/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PCC

 

 

 

 

 

Lampiran 4.

ETIKET

  1. Obat Oral (warna Putih)

v  Sediaan padat

RSU HIDAYAH PURWOKERTO

JL. SUPRIYADI NO.22

 

No.                                                           Tgl.

Nama :

 

 

 

 

 

……………..……….X sehari………………………Tab/Cap/Bks

Sebelum/sewaktu/sesudah makan

Semoga lekas sembuh

 

v  Sediaan Cair

RSU HIDAYAH PURWOKERTO

JL. SUPRIYADI NO.22

 

No.                                                           Tgl.

Nama :

 

 

 

 

 

……………………………X sehari………………………..Sd. Makan

Sd. Teh

Sd. Takar

KOCOK DAHULU

Sebelum/sesudah makan

Semoga lekas sembuh

 

 

 

  1. Obat luar (warna biru)
RSU HIDAYAH

JL. SUPRIYADI NO. 22

PURWOKERTO

NO.                                                      Tgl.
 
OBAT LUAR

Semoga Lekas Sembuh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 5.

SURAT PESANAN

 

Lampiran 6.

SURAT PESANAN PSIKOTROPIKA

 

 

 

 

Lampiran 7.

SURAT PESANAN NARKOTIKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 8.

KARTU STOCK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 9.

FAKTUR PENJUALAN OBAT

 

Lampiran 10.

DENAH KAMAR /RUANG RAWAT INAP

 

 

 

 

 

Lampiran 11.

DENAH INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT

 

 

 

Lampiran 12.

FAKTUR PENJUALAN

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 13.

 

DENAH LOKASI RUMAH SAKIT HIDAYAH

 

                                                                                                                                                  

                                               Ke Baturaden                                                               Ke UMP     

                                                Pasar Wage                                                             RSU HIDAYAH

 

 

 

Jl. Jendral Sudirman Timur

                                                                                                                        Jl. Supriadi No. 22

                                                                                                                        PURWOKERTO TIMUR

Jl. Pramuka                                                                                                                                                UTARA

 

Ke Tegal / Jakarta                                         Jl. Gerilya

Terminal BUS

RSUD MARGONO

Jl. Ke Sokaraja / Jogja                                                                SELATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 14.

STRUKTUR ORGANISASI

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s